Menu

Bupati Aceh Besar: Jangan Wariskan Seulawah Dara kepada Anak Cucu dalam Keadaan Gundul

JANTHO – Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali menyerukan masyarakat di wilayahnya untuk menjaga alam agar alam menjaga kita.

“Stop ilegal loging, stop pembakaran hutan dan lahan,” kata Mawardi dalam arahannya ketika bersilaturahmi dengan masyarakat Kemukiman Lamteuba, Kecamatan Seulimuem, Aceh Besar, Selasa (7/7/2020).

Bupati Mawardi bersama Forkopimda Aceh Besar berada di Kemukiman Lamteuba dalam rangka sosialisasi penghentian ilegal loging dan pembakaran hutan dan lahan (karhutla).

Acara yang dipusatkan di Lapangan Gampong Pulo tersebut juga dihadiri Wakil Bupati Waled Husaini, Kapolres, Dandim, anggota DPRK Muhsinir Marzuki, pejabat mewakili Kajari, sejumlah kepala dinas, Forkopimcam Seulimuem, dan unsur polhut.

Dari unsur masyarakat selain imum mukim dan keuchik dalam kemukiman Lamteuba juga hadir beberapa keuchik dari Kemukiman Lamkabeu.

Dalam arahannya Bupati Aceh Besar mengharapkan masyarakat agar siap dan mau menjaga alam. “Kita jaga alam, alam jaga kita,” tandas Mawardi.

Mawardi juga mengingatkan jangan sampai Gunung Seulawah Agam yang menjadi ikon Aceh Besar nanti kita wariskan ke anak cucu dalam keadaan yang sudah gundul.

Beberapa tahun lalu, katanya, Gampong Beurenuet, Kecamatan Seulimuem sempat diterjang banjir bandang. Seharusnya bencana tersebut sudah sangat bisa menjadi pelajaran bagi kita semua.

Bupati Aceh Besar mengapresiasi Ikatan Pemuda dan Pelajar Lamteuba yang sudah menginisiasi gerakan masyarakat peduli ilegal loging dan karhutla sehingga acara silaturahmi bisa terlaksana.

Dengan adanya inisiasi pemuda  serta kekompakan para tokoh masyarakat Lamteuba, menjadi dasar untuk menyerukan bahwa ilegal loging dan pembakaran hutan adalah musuh bersama.

Jangan takut melapor

Kapolres Aceh Besar, AKBP Riki Kurniawan SIK MH menegaskan Polri siap membantu masyarakat melawan ilegal loging dan karhutla.

Polri sangat mengharapkan adanya pemantuan mandiri dari masyarakat serta memberikan laporan secepatnya kepada polri baik ke Polres Aceh Besar maupun ke polsek terdekat.

Dengan adanya laporan maka Polri akan segera menindaklanjuti sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Kapolres mengimbau masyarakat jangan takut melapor karena informasi masyarakat menjadi sangat penting untuk penegakan hukum.

Kepala Pelaksana BPBD Aceh Besar, Farhan kepada Serambinews.com menginformasikan, dalam rangkaian acara silaturahmi tersebut, Forum Seulawah Agam (Forsela) menyampaikan 14 poin pernyataan dan ikrar yang ditandatangani oleh Forsela, imum mukim, dan para keuchik di Kemukiman Lamteuba. (*)

Sumber : https://aceh.tribunnews.com/

 

Share info ini

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Share on print
Share on email